Datsun 200L C130 / Nissan Laurel C130 'Butaketsu' 2.0L L20 Inline-6 SOHC 6-Silinder Bensin 115PS - 130PS / 162Nm & 2.0L L20 Twin SU Carburetor 125PS -
Selalu gunakan spare part Datsun yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Datsun 200L varian 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130) tahun 1972 - 1977.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130):
Masalah Mesin 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Ini penyakit klasik mesin L-series. Biasanya disebabkan oleh jarum pelampung (needle valve) yang sudah aus atau kotoran di dalam mangkuk karburator. Lepas karburator, bersihkan seluruh saluran dengan carb cleaner, dan ganti jarum pelampung serta seal-nya dengan yang baru. Pastikan juga setelan campuran udara (idle mixture screw) dikalibrasi ulang menggunakan tachometer untuk mendapatkan putaran mesin yang stabil di angka 800-900 RPM.
Masalah Sistem Pendingin 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Radiator standar C130 mungkin sudah berkerak atau siripnya tersumbat. Solusinya, bawa ke bengkel spesialis radiator untuk dikuras total (korter) atau ganti core radiator dengan yang lebih tebal (aluminium 2-3 ply). Cek juga kipas mekanis bawaan; jika kopling kipas (fan clutch) sudah lemah, sebaiknya ganti dengan kipas elektrik aftermarket yang memiliki sistem relay untuk pendinginan yang lebih konsisten.
Masalah Kelistrikan 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Kabel bawaan mobil berumur 40+ tahun biasanya sudah getas dan resistansinya tinggi. Pasang relay set untuk lampu depan agar arus dari aki langsung ke bohlam tanpa membebani saklar di dashboard. Pastikan juga massa (ground) pada bodi mobil bersih dari karat, karena seringkali kelistrikan kacau hanya karena titik grounding yang korosi.
Masalah Pengereman 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Cek master rem atas (brake master cylinder), biasanya seal karet di dalamnya sudah aus. Jika dinding silinder sudah baret, lakukan re-sleeve (dicolong/diberi pipa kuningan) atau ganti dengan master rem baru. Jangan lupa kuras minyak rem sepenuhnya karena minyak rem lama cenderung menyerap air yang bikin karat di jalur pipa besi.
Masalah Suspensi 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Bushing arm dan link stabilizer biasanya sudah pecah atau keras karena umur. Ganti semua bushing dengan bahan poliuretan agar lebih awet dan handling lebih presisi. Cek juga kondisi shockbreaker; jika sudah mati, segera ganti dengan tipe gas agar ayunan mobil lebih terkontrol saat kecepatan tinggi.
Masalah Transmisi 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Periksa kondisi oli transmisi, ganti dengan spesifikasi yang sesuai (biasanya SAE 80W-90). Jika masih keras, kemungkinan bushing pada linkage tuas persneling sudah oblak atau karet-karet pemegang tuas sudah hancur. Ganti karet-karet tersebut dengan yang baru agar pergerakan tuas kembali mantap dan presisi.
Masalah Bodi/Eksterior 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Engsel pintu C130 sering mengalami penurunan (sagging) karena berat pintu. Lepas pintu, ganti pin engsel dan bushing-nya dengan yang baru (custom bubut jika stok susah). Pastikan mekanisme kunci dan pengait (door latch) dibersihkan dari gemuk lama yang sudah kering dan beri pelumas baru agar buka-tutup pintu kembali ringan.
Masalah Mesin 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Ganti seluruh gasket (paking), terutama paking tutup klep dan paking karter. Gunakan gasket berbahan berkualitas dan beri sedikit gasket maker (sealer) pada titik-titik sudut paking agar lebih rapat. Pastikan baut-baut pengikat dikencangkan sesuai torsi agar paking tidak terjepit atau sobek.
Masalah Kelistrikan 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Alternator bawaan Laurel C130 seringkali tidak sanggup melayani beban listrik modern. Disarankan untuk melakukan upgrade ke alternator yang lebih besar (misal milik mobil Jepang 90-an seperti alternator 80-90 Ampere). Pastikan kabel pengisian dari alternator ke aki juga diganti dengan kabel yang lebih besar diameternya untuk meminimalisir hambatan listrik.
Masalah Bahan Bakar 200L / Laurel C130 Gen 2 (C130)
Solusi: Periksa selang-selang bahan bakar di area tangki dan di bawah bodi mobil. Seringkali selang karet sudah retak-retak karena usia. Ganti semua selang bensin dengan yang standar tahan bensin (fuel grade). Pastikan juga tutup tangki bensin memiliki seal yang baik agar uap bensin tidak masuk ke area kabin.
