Grandis 2.0L 1968cc Volkswagen-sourced BSY Pump-Düse Turbo-Diesel 136PS / 310Nm (6-Speed Manual Transmission, Front-Wheel Drive / FWD, European Spec)
Selalu gunakan spare part Mitsubishi yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Mitsubishi Grandis varian Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec) tahun 2005 - 2010.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec):
Masalah Mesin Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Ini masalah klasik mesin diesel Eropa karena penggunaan dalam kota. Solusinya, bawa mobil jalan santai di jalan tol dengan putaran mesin stabil (di atas 2.500 RPM) selama 20-30 menit agar regenerasi DPF aktif. Jika sudah lampu indikator menyala permanen, bawa ke bengkel spesialis untuk melakukan 'forced regeneration' via alat scan atau pembersihan kimia khusus DPF.
Masalah Mesin Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Gejalanya ada bunyi 'klotok-klotok' saat mesin idle atau kopling diinjak. Solusinya wajib ganti satu set kopling dengan flywheel baru. Disarankan pakai brand original atau aftermarket kualitas premium seperti Sachs/LUK. Jangan dipaksakan karena DMF yang hancur bisa merusak rumah transmisi.
Masalah Mesin Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Mesin 2.0 Di-D sangat rentan kotoran di EGR. Gejalanya mesin ndut-ndutan atau tenaga drop. Solusinya lepas EGR valve, bersihkan kerak karbon menggunakan cairan carburetor cleaner atau carbon cleaner khusus. Jika motor elektrisnya sudah mati, sebaiknya ganti unit baru agar pembakaran kembali efisien.
Masalah Sistem Pendingin Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Radiator Grandis sering mengalami kebocoran di bagian sambungan plastik dan aluminium. Cek secara berkala volume air radiator di tabung reservoir. Jika ditemukan jejak air kering (warna pink/hijau), segera ganti radiator. Jangan ditambal dengan sealer karena tidak akan awet pada sistem bertekanan tinggi.
Masalah Kelistrikan Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Jika mobil terasa sangat berat saat akselerasi (limp mode), kemungkinan MAF sensor kotor. Coba bersihkan menggunakan MAF sensor cleaner spray (jangan pakai pembersih lain karena bisa merusak filamen). Jika setelah dibersihkan sensor tetap memberikan data yang salah lewat scan tool, maka harus ganti unit original.
Masalah Transmisi Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Pastikan oli transmisi diganti sesuai interval (setiap 60.000-80.000 km). Jika masih terasa kasar, lakukan pengecekan pada link kabel transmisi atau aktuator kopling. Seringkali masalahnya cuma karena setelan kabel yang kendur atau minyak hidrolik kopling yang sudah kotor/bercampur udara.
Masalah Pengereman Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Piringan cakram (disc rotor) Grandis yang cukup berat sering mengalami 'warping' atau melengkung karena panas. Solusinya, bubut disc rotor jika ketebalannya masih masuk batas toleransi atau ganti baru jika sudah tipis. Pastikan juga piston kaliper tidak macet agar tekanan pengereman rata.
Masalah Suspensi Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Biasanya terjadi pada bushing arm atau link stabilizer yang sudah aus. Grandis punya suspensi yang cukup kompleks, jadi cek secara teliti bagian bushing. Ganti dengan part berkualitas orisinal karena part KW biasanya tidak bertahan lama menghadapi bobot mobil yang berat.
Masalah Kelistrikan Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Cek bagian soket kabel lampu utama yang sering meleleh karena panas. Jika soket sudah terlihat gosong, ganti dengan soket keramik yang tahan panas. Pastikan juga tegangan alternator stabil di 13.8V - 14.5V, karena alternator yang 'overcharge' bisa merusak bohlam dan modul kelistrikan lainnya.
Masalah Mesin Grandis 2.0 Di-D Turbo-Diesel (European Spec)
Solusi: Jika knalpot mengeluarkan asap putih tipis, cek bagian housing turbo. Oli yang rembes ke intake menandakan seal turbo mulai aus. Solusinya bawa ke spesialis turbo untuk 'rebuild' (ganti seal dan balancing ulang) atau ganti cartridge turbo baru agar mesin tidak mengalami 'runaway diesel' akibat oli yang terbakar di ruang bakar.
