Urvan E23 1.6L J16, 2.0L H20 Bensin & 2.3L SD23 / 2.5L SD25 Diesel (4/5-Speed Manual Transmission, RWD, Bodi Standard & Long Wheelbase High Roof, CKD
Selalu gunakan spare part Nissan yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Nissan Urvan varian Urvan Gen 2 (E23) tahun 1980 - 1986.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Urvan Gen 2 (E23):
Masalah Mesin Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Sistem pendingin E23 sudah berumur, biasanya radiator mengalami penyumbatan kerak. Lakukan 'kuras' radiator secara total atau bawa ke bengkel spesialis radiator untuk 'servis tusuk' (pembersihan kisi-kisi). Pastikan juga kipas pendingin (fan belt) tidak selip dan visco fan masih berfungsi baik; jika sudah loyo, sebaiknya ganti baru atau diservis oli silikonnya agar putaran kipas tetap optimal saat RPM rendah.
Masalah Mesin Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Ini penyakit klasik mobil era 80-an. Bongkar karburator, bersihkan semua jet dan saluran bensin menggunakan cairan cleaner khusus. Periksa jarum pelampung (needle valve); jika ujungnya sudah aus atau kotor, bensin akan meluap terus. Ganti repair kit (seal/paking) karburator dengan yang kualitas bagus untuk memastikan tidak ada kebocoran vakum yang bikin idle ngaco.
Masalah Kelistrikan Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Masalahnya seringkali pada kabel massa yang sudah korosi atau soket-soket yang kotor karena usia. Bersihkan semua titik massa (grounding) di bodi dan mesin menggunakan sikat kawat. Jika masih redup, tambahkan relay set untuk lampu depan agar arus dari aki langsung ke lampu tanpa terhambat saklar yang sudah aus, sekaligus melindungi saklar kombinasi agar tidak terbakar.
Masalah Transmisi Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Biasanya disebabkan oleh bushing tuas transmisi yang sudah pecah atau aus. Cek juga setelan kabel kopling (jika tipe manual kabel); pastikan jarak main (free play) pedal kopling pas. Jika kopling sudah dalam tapi gigi tetap keras, kemungkinan besar plat kopling sudah tipis atau matahari kopling sudah lemah, sehingga perlu dilakukan penggantian satu set kopling.
Masalah Suspensi Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Cek bagian 'tie rod' dan 'ball joint' yang biasanya sudah oblak. Selain itu, setel ulang baut pada rumah setir (steering gear box) untuk mengurangi speleng, tapi jangan terlalu kencang agar setir tidak berat. Jika kaki-kaki masih terasa limbung, ganti bushing arm dan shockbreaker yang sudah mati/lemah karena beban mobil niaga ini cukup berat.
Masalah Pengereman Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Indikasi utama ada kebocoran pada master rem atau seal piston di tromol belakang. Bongkar master rem, ganti karet seal-nya. Jika dinding silinder master sudah baret, wajib di-korter ulang (oversize) atau ganti baru. Pastikan sistem pengereman sudah di-bleeding (buang angin) dengan benar setelah penggantian sparepart agar tekanan hidrolik kembali pakem.
Masalah Kelistrikan Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Penyebab utamanya adalah dinamo starter yang kotor oleh debu karbon (brush habis). Bongkar dinamo starter, ganti brush (arang) yang sudah pendek. Bersihkan komutator menggunakan amplas halus. Pastikan juga aki memiliki CCA yang cukup dan kabel aki menuju starter tidak ada yang terkelupas atau korosi di bagian dalam kabel.
Masalah Mesin Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Biasanya akibat timing pengapian yang terlalu maju atau tumpukan karbon di ruang bakar. Cek setelan platina (atau ganti ke pengapian CDI jika ingin lebih praktis). Gunakan timing light untuk menyetel timing pengapian sesuai spesifikasi pabrik. Jika masih ngelitik, lakukan proses 'carbon clean' pada ruang bakar untuk menghilangkan sisa pembakaran yang memicu detonasi.
Masalah Suspensi Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Ini biasanya karena setelan spooring (wheel alignment) yang sudah lari jauh. Bawa ke bengkel spooring khusus mobil tua. Pastikan tidak ada komponen suspensi yang oblak sebelum dispooring. Jika ada bushing atau tie rod yang rusak, ganti dulu baru lakukan penyetelan ulang agar hasil spooring awet dan ban tidak cepat habis lagi.
Masalah Mesin Urvan Gen 2 (E23)
Solusi: Mobil tua sangat rentan kebocoran di packing carter (oil pan) atau seal kruk as (crankshaft seal). Bersihkan mesin terlebih dahulu untuk melacak titik rembesan. Jika dari packing carter, buka carter, bersihkan sisa gasket lama, lalu pasang gasket baru dengan tambahan sealer berkualitas tinggi. Jika bocor dari seal kruk as, prosesnya cukup rumit karena harus melepas transmisi atau pulley depan.
