Calya Facelift 1 1.2L 3NR-VE Dual VVT-i Bensin 88PS / 108Nm (5-Speed Manual & 4-Speed Automatic, FWD, Headlamp LED Multireflector, Gril Depan Dark Chr
Selalu gunakan spare part Toyota yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Toyota Calya varian Calya Facelift 1 (B400 Phase 2) tahun 2019 - 2022.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Calya Facelift 1 (B400 Phase 2):
Masalah Mesin Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Penyebab utama biasanya adalah engine mounting yang sudah mulai lemah atau getas karena usia pakai. Solusinya adalah melakukan pengecekan visual pada ketiga titik mounting, terutama sisi kanan (sisi transmisi). Jika karet sudah pecah atau amblas, segera ganti dengan part orisinal Toyota (genuine parts) agar vibrasi hilang dan kenyamanan kembali seperti mobil baru.
Masalah Kelistrikan Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Calya memiliki sistem kelistrikan yang cukup sensitif. Masalah ini sering terjadi karena adanya beban kelistrikan tambahan yang tidak diimbangi kapasitas aki, atau adanya kebocoran arus (arus standby berlebih). Langkah pertama adalah cek kapasitas aki (minimal 35Ah-45Ah), lalu pastikan tidak ada aksesori aftermarket yang tersambung langsung ke kabel utama. Jika masih tekor, cek terminal aki dari korosi dan pastikan sistem pengisian (alternator) bekerja di rentang 13.5V - 14.5V.
Masalah Suspensi Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Masalah klasik pada mobil LCGC adalah link stabilizer atau karet bushing arm yang mulai oblak. Solusinya, angkat mobil di lift hidrolik, cek fisik link stabilizer apakah ada speleng. Jika sudah oblak, segera ganti sepasang. Untuk bushing arm, jika sudah pecah, disarankan ganti satu set arm agar presisi kembali terjaga dan setir tidak 'lari' (sporing harus dilakukan setelah penggantian).
Masalah Transmisi Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Ini biasanya disebabkan oleh pelumas transmisi (oli gardan/transmisi) yang sudah jenuh atau kekentalannya menurun. Lakukan kuras oli transmisi secara rutin setiap 40.000 km menggunakan spesifikasi oli yang tepat (biasanya SAE 75W-90 GL-4). Jika masih keras, cek stelan kabel kopling atau kondisi dekrup/matahari yang mulai aus.
Masalah Sistem Pendingin Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Seringkali disebabkan oleh kondensor AC yang kotor tertutup debu atau lumpur, sehingga pembuangan panas terhambat. Solusinya, cuci kondensor menggunakan air bertekanan sedang (jangan pakai steam tinggi agar sirip tidak bengkok). Pastikan juga extra fan berputar dengan normal saat AC nyala. Jika kotoran sudah menumpuk di kisi-kisi, gunakan cairan pembersih khusus radiator/AC.
Masalah Pengereman Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Kampas rem sudah mulai tipis atau terjadi penumpukan debu rem (brake dust) pada mekanisme kaliper. Lepas ban, bersihkan kaliper dari debu rem menggunakan brake cleaner, lalu beri sedikit gemuk (grease) pada bagian pin kaliper agar pergerakan kaliper lancar. Jika kampas rem sudah di bawah 3mm, wajib segera diganti untuk menjaga performa pengereman dan menghindari cakram (disc brake) termakan atau baret.
Masalah Mesin Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Biasanya diakibatkan oleh penumpukan karbon di ruang bakar atau filter udara yang sangat kotor. Lakukan pembersihan throttle body (TB) secara berkala tiap 20.000 km karena Calya rentan terhadap deposit karbon. Cek juga busi; jika elektroda sudah aus, ganti dengan tipe busi iridium untuk pembakaran yang lebih efisien dan performa lebih enteng.
Masalah Eksterior Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Lampu bawaan Calya Facelift masih menggunakan halogen. Solusinya, lakukan upgrade ke bohlam LED dengan watt yang setara agar tidak merusak batok lampu atau sistem kelistrikan. Pastikan arah sorotan lampu (beam pattern) diatur ulang agar tidak menyilaukan pengendara lain. Jangan gunakan LED dengan watt terlalu besar karena berisiko melelehkan rumah lampu.
Masalah Kelistrikan Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Karet rel kaca sering kering atau penuh kotoran sehingga motor power window bekerja ekstra keras. Solusinya, bersihkan rel kaca dari debu, lalu semprotkan silicone spray (bukan pelumas oli) ke sepanjang jalur rel kaca. Jika masih macet, kemungkinan motor power window memang sudah lemah dan perlu servis/penggantian arang (brush) motornya.
Masalah Suspensi Calya Facelift 1 (B400 Phase 2)
Solusi: Karakter suspensi Calya memang cukup empuk untuk mengakomodasi beban banyak orang. Solusinya adalah menambah stabilizer bar tambahan atau spacer pada per belakang untuk mengurangi gejala body roll. Selain itu, pastikan tekanan ban di angka ideal (33-36 PSI) dan lakukan spooring secara rutin setiap 10.000 km agar kaki-kaki tetap presisi.
