Toyota

Toyota Corona Exsior 2.0

Corona Exsior 2.0L 3S-FE DOHC 16-Katup EFI 4-Silinder Bensin 126PS - 135PS / 179Nm (5-Speed Manual & 4-Speed Automatic ECT, FWD, Gril Depan Model Jari


Trim:
2.0 GLi (Manual), 2.0 GLi (Automatic)
Bodi:
4-Door Mid-Size Executive Sedan
Assembly:
CKD

Spare Parts (Suku Cadang):

Selalu gunakan spare part Toyota yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Toyota Corona Exsior varian Corona Exsior 2.0 tahun 1996 - 1998.

Pilih Suku Cadang

Loading...

Loading...

Loading...

Loading...

Loading...

Loading...

Ad Loading...

Masalah

Masalah yang sering terjadi pada Corona Exsior 2.0:

Masalah Sistem Pendingin Corona Exsior 2.0

Solusi: Kipas radiator bawaan Exsior menggunakan sistem visco yang sering lemah seiring usia. Solusinya, cek oli silikon di dalam kopel kipas (visco fan). Jika sudah oblak atau tidak menggigit saat panas, isi ulang oli silikonnya atau ganti unit visco baru. Opsi modifikasi populer adalah menggantinya dengan extra fan elektrik milik mobil lain yang lebih bertenaga untuk memastikan pendinginan tetap optimal saat macet.

+ +

Masalah Mesin Corona Exsior 2.0

Solusi: Masalah ini biasanya bersumber dari ISC (Idle Speed Control) atau katup IAC yang kotor penuh kerak karbon. Langkahnya, bongkar throttle body dan bersihkan ISC menggunakan carb cleaner secara menyeluruh. Pastikan juga tidak ada kebocoran pada selang vakum di sekitar intake manifold karena udara palsu (false air) akan mengacaukan pembacaan sensor dan membuat putaran mesin jadi tidak rata.

+ +

Masalah Kelistrikan Corona Exsior 2.0

Solusi: Reflektor lampu Exsior sering mengalami kusam atau reflektornya mengelupas karena panas bohlam standar. Solusinya, bersihkan mika lampu dari dalam jika memungkinkan, atau ganti dengan produk aftermarket baru. Sangat disarankan untuk memasang kabel relay set (kabel relay tambahan) agar arus listrik langsung dari aki menuju bohlam lebih stabil dan terang tanpa membebani kabel bawaan mobil yang sudah uzur.

+ +

Masalah Suspensi Corona Exsior 2.0

Solusi: Penyebab utamanya adalah bushing arm atau link stabilizer yang sudah pecah. Karena mobil ini punya bobot mesin 2.0L yang cukup berat, komponen ini cepat aus. Lakukan penggantian bushing menggunakan sparepart orisinal atau merek aftermarket berkualitas tinggi (seperti 555 Jepang). Saat mengganti, sekalian cek kondisi ball joint dan tie rod agar alignment atau spooring setelahnya menjadi presisi.

+ +

Masalah Pengereman Corona Exsior 2.0

Solusi: Cek kondisi master rem atas, apakah ada kebocoran seal di bagian dalam (biasanya rem jadi amblas). Jika seal sudah tidak mampu menahan tekanan, lakukan servis master rem dengan mengganti kit seal-nya. Pastikan juga minyak rem sudah dikuras dan diganti baru (flushing). Jika piringan cakram sudah bergelombang, bawa ke tukang bubut untuk dibubut ulang agar permukaan kembali rata dan kampas rem bisa menggigit maksimal.

+ +

Masalah Mesin Corona Exsior 2.0

Solusi: Ini adalah penyakit umum mesin 3S-FE karena karet gasket tutup klep (valve cover gasket) sudah mengeras atau getas dimakan usia. Cara mengatasinya sangat mudah: beli gasket tutup klep baru, buka baut tutup klep, bersihkan sisa gasket lama dengan cutter, pasang gasket baru dengan sedikit tambahan sealer tipis pada titik-titik sudut, lalu kencangkan baut dengan urutan silang agar tekanannya merata.

+ +

Masalah Transmisi Corona Exsior 2.0

Solusi: Sering terjadi karena kualitas oli matic (ATF) yang sudah menurun atau filter matic tersumbat kotoran. Lakukan kuras oli matic (bukan hanya ganti) dan pastikan filter oli matic dibersihkan atau diganti baru. Jika hentakan tetap ada, periksa modul sensor posisi transmisi (TPS) atau lakukan reset ECU dengan melepas terminal negatif aki selama 15 menit agar transmisi belajar kembali pola perpindahannya.

+ +

Masalah Kelistrikan Corona Exsior 2.0

Solusi: Penyebabnya adalah kotoran yang menumpuk di rel karet kaca atau motor power window yang sudah lemah. Coba semprotkan cairan silikon (silicone spray) ke jalur rel kaca agar lebih licin. Jika masih lambat, bongkar panel pintu, bersihkan sikat arang pada motor power window, dan pastikan tidak ada kabel yang teroksidasi/berkarat di bagian switch.

+ +

Masalah Sistem Bahan Bakar Corona Exsior 2.0

Solusi: Biasanya disebabkan oleh fuel pump (pompa bensin) yang tekanannya sudah lemah atau check valve tidak menahan bensin agar tetap di jalur (tekanan balik bocor). Cek tekanan fuel pump menggunakan fuel pressure gauge. Jika di bawah spesifikasi, ganti fuel pump dengan yang baru (banyak subtitusi yang kompatibel). Pastikan juga filter bensin sudah diganti karena sering tersumbat endapan tangki.

+ +

Masalah AC Corona Exsior 2.0

Solusi: Radiator AC (kondensor) sering tertutup kotoran debu atau lumpur yang menghalangi aliran udara. Cuci kondensor dengan air bertekanan rendah agar sirip-siripnya bersih. Periksa juga tekanan freon dan oli kompresor. Jika kipas AC (extra fan AC) mati, otomatis kompresor akan sering cut-off karena tekanan freon terlalu tinggi akibat kondensor panas, jadi pastikan kipas AC berputar dengan normal.

+ +

Catatan: Data mungkin kurang akurat, selalu konsultasikan dengan tenaga ahli atau layanan servis resmi. Harga tidak mengikat (online/offline) dan sewaktu-waktu dapat berubah.
Data ID #1636

Ad Loading...

Mobil Toyota Lainnya

  • Toyota Agya
    Toyota Agya / Agya GR Sport / Low Cost Green Car (LCGC) & City Car Hatchback (B100 / A150 Series)
  • Toyota Alphard
    Toyota Alphard Gen 1 / Flagship Luxury Large MPV (AH10 / ANH10 / MNH10 / ATH10 Series)
  • Toyota Avanza
    Toyota Avanza Gen 1 / 'Mobil Sejuta Umat' / Low MPV (F600 / F601 Series)
  • Toyota Calya
    Toyota Calya / Low Cost Green Car (LCGC) 7-Seater MPV (B400 Series)
  • Toyota Camry
    Toyota Camry / Mid-Size Executive Sedan (V10 / V20 / V30 / V40 / XV10 / XV20 / XV30 / XV40 / XV50 / XV70 Series)