Kijang Innova Facelift 1 2.0L 1TR-FE VVT-i Bensin (136PS) & 2.5L 2KD-FTV D-4D Turbo-Diesel (102PS) (5-Speed Manual & 4-Speed Automatic ECT, RWD, Gril
Selalu gunakan spare part Toyota yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Toyota Kijang varian Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2) tahun 2008 - 2011.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2):
Masalah Mesin Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Masalah ini sering disebabkan oleh koil pengapian yang sudah lemah atau mati. Langkah pertama, lakukan scan ECU untuk mengetahui silinder mana yang mengalami 'misfire'. Jika sudah ketemu, ganti koil di silinder tersebut. Sangat disarankan mengganti semua koil dan busi sekaligus jika usia pakainya sudah tinggi agar performa kembali rata dan tarikan enteng.
Masalah Mesin Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Penyebab utama adalah penumpukan kerak karbon di intake manifold dan EGR (Exhaust Gas Recirculation). Solusinya adalah melakukan pembersihan rutin (carbon cleaning) pada intake manifold dan EGR valve setiap 20.000-40.000 km. Jika kondisi sangat parah, lepas dan bersihkan secara manual dengan cairan pembersih khusus kerak karbon.
Masalah Sistem Pendingin Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Radiator Innova Gen 1 sering mengalami retak pada bagian tangki atas yang terbuat dari plastik setelah usia pemakaian di atas 7-10 tahun. Solusinya adalah mengganti radiator dengan unit baru (full alumunium lebih disarankan untuk durabilitas). Pastikan juga mengecek kondisi tutup radiator dan thermostat agar sirkulasi pendingin tetap optimal.
Masalah Suspensi Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Biasanya disebabkan oleh bushing arm yang pecah, link stabilizer yang aus, atau rack steer yang mulai oblak. Langkahnya: cek kondisi fisik bushing, jika sudah pecah segera ganti dengan part orisinal atau polyurethane agar lebih awet. Jika bunyi berasal dari rack steer, lakukan servis rack steer (bushing rack) atau ganti bos rack jika sudah oblak parah.
Masalah Transmisi Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Masalah ini sering disebabkan oleh kualitas oli transmisi yang sudah buruk atau filter matic tersumbat kotoran. Lakukan kuras oli matic (flushing) menggunakan oli spesifikasi yang sesuai (T-IV). Jika masih menyentak, kemungkinan solenoid di dalam valve body perlu dibersihkan atau diganti karena tersumbat kotoran transmisi.
Masalah Kelistrikan Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Sering terjadi akibat 'clock spring' (kabel spiral) di balik setir yang putus. Gejalanya klakson mati dan lampu airbag menyala. Solusinya adalah mengganti kabel spiral setir dengan yang baru. Jangan mencoba menyambung kabel yang putus karena berisiko airbag tidak berfungsi saat dibutuhkan.
Masalah Pengereman Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Master rem atas seringkali mengalami kebocoran seal di bagian dalam seiring usia. Solusinya adalah melakukan servis master rem dengan mengganti seal kit orisinal atau mengganti assy master rem jika dinding tabung sudah baret. Pastikan juga melakukan bleeding minyak rem sampai tidak ada udara terjebak di dalam pipa.
Masalah Mesin Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Penyebab paling sering adalah engine mounting yang sudah pecah atau kempes. Karet bantalan mesin ini tidak bisa diperbaiki, jadi solusinya adalah mengganti dengan engine mounting baru (disarankan original Toyota). Setelah diganti, getaran mesin yang merambat ke kabin akan hilang seketika.
Masalah Kelistrikan Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Debu dan kotoran yang menumpuk di jalur karet kaca (run channel) membuat beban motor power window jadi berat. Solusinya adalah membersihkan jalur kaca dengan silikon spray atau mengganti karet kaca jika sudah mengeras. Jika motor power window sudah lemah, bersihkan karbon brush di dalamnya atau ganti dengan motor baru.
Masalah Bodi Kijang Innova Gen 1 Facelift 1 (AN40 Phase 2)
Solusi: Beban pintu Innova yang cukup berat sering membuat engsel aus. Jika hanya berdecit, berikan pelumas (grease) pada engsel secara berkala. Namun, jika pintu sudah turun (tidak presisi saat ditutup), lakukan penyetelan ulang engsel atau ganti pin engsel jika sudah mengalami kocak/oblak parah.
