Axelo 125 Kopling Otomatis
Selalu gunakan spare part Suzuki yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Suzuki Shogun Axelo 125 varian Axelo 125 Standard / S tahun 2011 - 2014.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Axelo 125 Standard / S:
Masalah Mesin Axelo 125 Standard / S
Solusi: Biasanya disebabkan oleh setelan langsam yang terlalu rendah atau Throttle Body (TB) yang kotor karena kerak karbon. Langkahnya: bersihkan TB menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner), lalu lakukan penyetelan ulang baut idle agar putaran mesin stabil di angka 1.400-1.600 RPM. Jika masih bermasalah, cek kondisi busi apakah sudah aus atau elektrodanya menghitam.
Masalah Transmisi Axelo 125 Standard / S
Solusi: Masalah ini umumnya bersumber dari kopling manual yang sudah mulai aus atau setelan kabel kopling yang terlalu kendur. Pastikan kabel kopling tidak tertekuk dan berikan pelumasan (oli/grease) pada kabel tersebut. Jika masih keras, kemungkinan besar plat kopling sudah tipis dan perlu dilakukan penggantian satu set (plat gesek dan plat besi) agar perpindahan gigi kembali halus.
Masalah Kelistrikan Axelo 125 Standard / S
Solusi: Axelo sering mengalami masalah pada kiprok (rectifier) yang mulai lemah sehingga arus pengisian tidak stabil. Cek tegangan output kiprok menggunakan multitester; jika di atas 15 Volt saat digas, berarti kiprok sudah tidak sehat dan harus segera diganti agar tidak membakar bohlam. Pastikan juga soket lampu tidak meleleh akibat panas berlebih.
Masalah Pengereman Axelo 125 Standard / S
Solusi: Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya angin palsu (air) di dalam sistem hidrolik atau seal master rem yang sudah bocor. Lakukan proses 'bleeding' atau pengurasan minyak rem untuk membuang udara terjebak. Jika tuas tetap terasa lembek, segera bongkar master rem dan ganti seal kit dengan yang baru untuk memastikan tekanan piston rem kembali maksimal.
Masalah Mesin Axelo 125 Standard / S
Solusi: Penyebab utama adalah celah klep yang terlalu longgar. Lakukan penyetelan ulang celah klep sesuai spesifikasi Suzuki (In: 0.04-0.08mm, Ex: 0.12-0.16mm). Jika suara masih kasar setelah klep disetel, periksa kondisi tensioner keteng (kamprat), karena per di dalamnya sering lemah sehingga rantai keteng menjadi kendur dan beradu dengan blok mesin.
Masalah Kelistrikan Axelo 125 Standard / S
Solusi: Biasanya disebabkan oleh brush (arang) dinamo starter yang sudah habis. Bongkar dinamo starter, bersihkan dari debu karbon, dan ganti brush starter dengan yang baru. Selain itu, periksa juga relay starter (bendik) dan pastikan tegangan aki minimal berada di angka 12.4 Volt agar arus listrik cukup kuat untuk memutar dinamo.
Masalah Suspensi Axelo 125 Standard / S
Solusi: Ini akibat oli sokbreker yang sudah encer atau seal sok yang bocor sehingga volume oli berkurang. Ganti seal sok dan kuras oli sok lama dengan oli baru dengan takaran (mililiter) yang sesuai manual book. Jika ingin lebih empuk, bisa menggunakan oli sok dengan tingkat kekentalan (viskositas) yang lebih rendah, namun pastikan per sok tidak patah atau lembek.
Masalah Sistem Pendingin Axelo 125 Standard / S
Solusi: Mesin Axelo yang menggunakan pendingin udara sangat bergantung pada sirip blok mesin yang bersih. Pastikan sirip-sirip di blok mesin tidak tertutup lumpur atau kotoran yang menghambat pelepasan panas. Gunakan oli dengan spesifikasi yang tepat (sesuai standar JASO MA) dan jangan gunakan oli palsu, karena oli yang tidak berkualitas akan cepat encer saat panas tinggi.
Masalah Mesin Axelo 125 Standard / S
Solusi: Cek bagian filter udara yang kemungkinan sudah tersumbat debu, sehingga campuran udara dan bahan bakar jadi tidak seimbang (terlalu kaya). Selain itu, periksa kondisi jarum skep karburator, jika sudah tergores atau aus, ganti set jarum skep beserta pilot jet dan main jet untuk mengembalikan efisiensi pembakaran. Lakukan juga setting ulang campuran udara di karburator.
Masalah Transmisi Axelo 125 Standard / S
Solusi: Kualitas rantai standar Axelo memang perlu perawatan ekstra. Lumasi rantai secara rutin setiap 500km atau setelah terkena hujan dengan chain lube khusus (bukan oli bekas). Jika rantai sudah terlalu sering dikencangkan namun tetap kendur, berarti mata rantai sudah melar (aus). Segera ganti satu set gear (gir depan, belakang, dan rantai) agar tarikan mesin tetap responsif dan tidak membahayakan.
