Burgman 200 Maxi / Burgman 650 Executive CBU
Selalu gunakan spare part Suzuki yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Suzuki CBU Big Bikes & Rare Legacy (IU / Resmi) varian Burgman 200 & Burgman 650 Executive tahun 2014 - 2020.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Burgman 200 & Burgman 650 Executive:
Masalah Transmisi Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Ini penyakit klasik karena debu kampas ganda yang menumpuk. Solusinya, bongkar bak CVT, bersihkan rumah kopling (clutch bell) dan kampas ganda menggunakan amplas kasar agar tidak licin. Jika sudah terlalu tipis, ganti satu set kampas ganda dengan kualitas orisinal atau aftermarket yang lebih tahan panas. Pastikan juga per sentrifugal tidak lemah agar akselerasi tetap responsif.
Masalah Transmisi Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Lakukan pengecekan V-belt setiap 10.000 km. Jangan menunggu sampai getar parah. Jika belt sudah terlihat retak-retak di bagian gerigi, segera ganti. Pastikan menggunakan belt orisinal Suzuki agar presisi. Jangan lupa bersihkan area filter udara CVT agar debu tidak mempercepat keausan karet belt.
Masalah Kelistrikan Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Sistem kelistrikan Burgman cukup kompleks karena banyak fitur elektronik. Jika motor jarang dipakai, gunakan charger aki (trickle charger) untuk menjaga voltase. Jika aki sudah sering drop, cek kiprok (rectifier) apakah masih mengisi dengan normal (biasanya 13.5V - 14.5V). Jika voltase di bawah itu, kemungkinan kiprok sudah lemah dan harus diganti.
Masalah Mesin Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Biasanya disebabkan oleh sensor ISC (Idle Speed Control) yang kotor atau throttle body yang penuh kerak karbon. Langkahnya, bongkar throttle body, bersihkan menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner), dan bersihkan sensor ISC dari endapan oli. Reset ECU jika diperlukan agar idle kembali normal di angka 1.300-1.500 RPM.
Masalah Sistem Pendingin Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Cek air radiator di tabung reservoir. Jika sering kurang, cek apakah ada kebocoran di selang atau seal water pump. Selain itu, pastikan kipas radiator berfungsi saat mesin mencapai suhu kerja. Jika kipas mati, cek sekring kipas atau ganti motor fan-nya. Jangan lupa kuras air radiator setiap 20.000 km agar tidak ada endapan lumpur di radiator.
Masalah Pengereman Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Ini indikasi ada udara palsu (angin palsu) di sistem rem atau minyak rem sudah jenuh (terkontaminasi air). Lakukan bleeding ulang secara menyeluruh. Kuras minyak rem lama dan ganti dengan yang baru (DOT 4). Pastikan master rem tidak bocor seal-nya. Jika rem masih terasa dalam, kemungkinan besar seal master rem perlu direkondisi atau diganti baru.
Masalah Suspensi Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Seal shock depan sering bocor karena debu yang menempel di as shock. Solusinya, bersihkan as shock secara rutin dari kotoran. Jika sudah bocor, ganti seal dan olinya dengan spesifikasi kekentalan yang sesuai standar. Jika merasa kurang empuk, gunakan oli shock dengan viskositas yang sedikit lebih rendah atau tambahkan sedikit oli jika per shock sudah mulai lemah.
Masalah Kelistrikan Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Motor penggerak windshield (pada model 650) sering terkena air atau debu. Bongkar casing cover windshield, semprot switch dengan contact cleaner untuk membersihkan kerak oksidasi. Jika motor penggerak mati total, periksa jalur kabel apakah ada yang putus akibat tekukan, lalu perbaiki kabelnya. Jika motor tetap tidak bergerak, harus ganti unit motor windshield-nya.
Masalah Mesin Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Pertama, cek tensioner keteng (cam chain tensioner). Ini adalah penyakit umum. Jika tensioner sudah tidak mampu menahan ketegangan rantai kamrat, ganti dengan tensioner orisinal baru. Jangan paksakan memakai tensioner modifikasi jika tidak yakin. Jika suara kasar berasal dari head silinder, cek setelan celah klep, apakah sudah di luar spesifikasi.
Masalah Transmisi Burgman 200 & Burgman 650 Executive
Solusi: Ini biasanya masalah pada aktuator CVT atau sensor posisi transmisi. Coba lakukan inisialisasi ulang transmisi melalui prosedur manual sesuai buku panduan. Jika kode F1 masih muncul, bersihkan soket-soket kabel yang menuju aktuator dari oksidasi (gunakan contact cleaner). Jika masalah berlanjut, periksa motor penggerak sistem perpindahan gigi elektronik (tahap profesional).
