Thunder 125 Facelift / Engine Balance
Selalu gunakan spare part Suzuki yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Suzuki Thunder varian New Thunder 125 (EN125-HK) tahun 2011 - 2015.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada New Thunder 125 (EN125-HK):
Masalah Mesin New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Ini penyakit umum Thunder 125 karena setelan pilot jet standar yang agak irit. Solusinya, coba naikkan ukuran pilot jet satu tingkat (misal dari 12.5 ke 15) agar campuran bahan bakar lebih kaya saat starter dingin. Pastikan juga cuk (choke) berfungsi normal dan seal intake manifold tidak bocor halus karena retak dimakan usia.
Masalah Mesin New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Penyebab utamanya adalah gasket atau packing kertas bawaan yang sudah getas. Langkah perbaikannya adalah membongkar blok mesin, bersihkan sisa packing lama dengan scrap, lalu ganti dengan packing baru yang original. Tambahkan sedikit lem gasket berkualitas (seperti ThreeBond) secara tipis dan merata agar seal lebih awet dan tidak rembes lagi.
Masalah Transmisi New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Masalah ini biasanya berasal dari kopling yang kurang 'nendang' atau setelan kabel kopling yang terlalu kendur. Coba setel ulang jarak main kopling (free play) di bagian handle. Jika masih keras, cek kondisi kampas kopling, kemungkinan sudah tipis atau gosong. Mengganti oli mesin dengan spesifikasi JASO MA2 yang sesuai juga sangat membantu kelancaran perpindahan gigi.
Masalah Kelistrikan New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Sistem pengisian Thunder 125 standar cukup pas-pasan. Solusinya, cek kondisi kiprok apakah masih mengeluarkan arus stabil ke aki. Jika kiprok normal tapi aki tetap tekor, pertimbangkan melakukan upgrade kelistrikan ke sistem fullwave agar pengisian lebih maksimal. Pastikan juga semua soket kabel dalam kondisi bersih dari jamur/karat agar tidak ada hambatan arus (voltage drop).
Masalah Pengereman New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Biasanya ada angin palsu di dalam sistem hidrolik atau seal master rem sudah aus. Lakukan bleeding (kuras minyak rem) untuk membuang udara terjebak di selang. Jika setelah bleeding rem masih terasa dalam, segera ganti seal master rem atas. Jangan lupa cek kondisi kampas rem, kalau sudah tipis wajib diganti agar pengereman pakem kembali.
Masalah Suspensi New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Sering terjadi karena debu yang menempel di as shock tidak segera dibersihkan, sehingga menggores seal saat shock bekerja. Solusinya, ganti seal shock dengan barang original, lalu bersihkan as shock dari goresan halus menggunakan amplas halus (ukuran 2000). Pasang cover shock atau sering-sering bersihkan debu di area seal agar seal baru lebih awet.
Masalah Mesin New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Periksa kondisi saringan udara, biasanya sudah kotor sekali karena jarang diganti. Selain itu, cek kevakuman pada karburator; pastikan membran vakum tidak robek atau kaku. Jika membran aman, bersihkan spuyer (main jet) dari kerak sisa bensin basi agar suplai bahan bakar di rpm tinggi tidak terhambat.
Masalah Kelistrikan New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Penyakit khas Thunder 125 adalah kabel body yang sering tertekuk di area komstir. Cek kabel yang mengarah ke CDI atau koil, cari apakah ada kabel yang putus di dalam isolasi. Jika kabel aman, cek kondisi busi dan cap busi (busi cop), terkadang cap busi sudah bocor arusnya sehingga percikan api ke busi jadi lemah.
Masalah Transmisi New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Tensioner keteng Thunder 125 punya usia pakai. Jika sudah berisik, pertama cek apakah per tensioner masih kencang atau sudah lemah. Jika sudah lemah, ganti tensioner satu set. Namun, jika suara tetap kasar, artinya rantai keteng sudah melar dan memang harus diganti baru agar mesin kembali halus dan timing pengapian presisi.
Masalah Mesin New Thunder 125 (EN125-HK)
Solusi: Mesin ini berpendingin udara, jadi sangat bergantung pada aliran udara. Pastikan sirip-sirip pada blok mesin bersih dari oli dan kotoran agar pelepasan panas maksimal. Periksa juga apakah oli mesin yang digunakan sesuai viskositasnya (SAE 10W-40 atau 20W-50). Oli yang terlalu encer atau sudah jenuh (terlalu lama dipakai) membuat mesin cepat panas.
