Satria 120 S 5-Speed / Satria RU 120 R LSCM Hi-Shark Malaysia
Selalu gunakan spare part Suzuki yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Suzuki Satria & Raider Series varian Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke) tahun 1997 - 2005.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke):
Masalah Mesin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Lakukan pembersihan karburator secara menyeluruh menggunakan karbu cleaner, pastikan tidak ada lubang spuyer (pilot jet/main jet) yang tersumbat. Setelah bersih, setel ulang campuran bahan bakar dengan memutar baut angin di posisi ideal (biasanya 1,5 - 2 putaran dari kondisi tertutup rapat) dan pastikan jarum skep tidak aus agar suplai bensin stabil.
Masalah Mesin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Segera cek pompa oli samping mekanis. Bersihkan selang dari endapan kotoran, pastikan gir pompa di dalam mesin tidak rompal, dan lakukan bleeding untuk membuang udara di jalur selang. Jika sudah parah, ganti seal pompa oli agar tekanan tetap terjaga dan pastikan stelan kabel pompa oli tepat sesuai buku manual agar debit oli tidak terlalu irit.
Masalah Transmisi Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Masalah ini biasanya berasal dari plat kopling yang sudah aus atau rumah kopling yang termakan (bergelombang). Ganti satu set kampas kopling dengan yang original, lalu periksa kondisi plat gesek. Jika rumah kopling sudah terlalu dalam baretnya, lakukan kikir halus atau ganti rumah kopling agar plat kopling bisa bergerak bebas saat tuas ditekan.
Masalah Kelistrikan Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Periksa kondisi kiprok (rectifier) dan spul pengisian. Seringkali soket kabel mengalami korosi atau terbakar, jadi bersihkan soket dengan contact cleaner. Jika voltase saat digas tetap di bawah 13V, kemungkinan besar kiprok sudah lemah atau spul gosong, sehingga perlu dilakukan penggantian unit kiprok atau gulung ulang spul agar kelistrikan kembali stabil.
Masalah Mesin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Motor 2-tak sangat bergantung pada pembuangan. Jika tenaga terasa tertahan di putaran atas, segera lakukan 'kocor' knalpot dengan bensin atau soda api untuk merontokkan kerak oli saring di dalam silincer dan perut knalpot. Setelah dibersihkan, keringkan sempurna dan pasang kembali dengan paking knalpot baru agar tidak ada kebocoran kompresi.
Masalah Pengereman Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Jika blong, lakukan kuras minyak rem dan buang angin palsu di sistem pengereman. Jika rem macet, bongkar kaliper, bersihkan piston dari debu jalanan, dan beri pelumas silikon khusus rem. Pastikan seal piston kaliper tidak melar; jika sudah aus, wajib ganti kit master rem atau seal kaliper agar kinerja rem kembali pakem.
Masalah Suspensi Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Bongkar shockbreaker depan, ganti seal oli yang sudah getas, dan isi ulang oli shock dengan takaran yang pas (sesuai spesifikasi buku servis). Jika as shock sudah baret halus, gunakan amplas ukuran 2000 untuk menghaluskan permukaan sebelum memasang seal baru agar tidak terjadi kebocoran berulang.
Masalah Mesin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Cek baut mounting mesin ke rangka, pastikan semua kencang. Jika baut sudah kencang tapi getaran tetap parah, biasanya ada masalah pada kruk as yang sudah tidak center (olah) atau laher kruk as (bearing kruk as) yang sudah oblak. Solusinya harus turun mesin untuk menyeimbangkan kruk as di tukang bubut atau mengganti bearing kruk as.
Masalah Mesin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Ini indikasi campuran oli samping terlalu kaya atau pengapian tidak maksimal. Cek koil dan kabel busi dari kebocoran arus. Jika pengapian normal, kurangi setelan debit oli samping pada pompa oli agar tidak terlalu banyak oli yang masuk ke ruang bakar. Gunakan busi dengan tingkat panas yang sesuai dengan spesifikasi mesin standar atau sedikit lebih dingin.
Masalah Sistem Pendingin Satria 120 S / R / LSCM (2-Stroke)
Solusi: Satria 2-tak mengandalkan pendingin udara dan desain sirip blok. Pastikan sirip blok silinder bersih dari lumpur atau kerak oli yang menempel. Jika mesin tetap panas, cek kondisi piston dan ring piston; ring yang sudah lemah seringkali menyebabkan kebocoran kompresi yang membuat suhu ruang bakar meningkat drastis. Lakukan penggantian ring piston jika kompresi terasa lemah.
