Thunder 125 Non-Kick Starter
Selalu gunakan spare part Suzuki yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Suzuki Thunder varian Thunder 125 EN Electric Starter tahun 2006 - 2011.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Thunder 125 EN Electric Starter:
Masalah Mesin Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Ini penyakit turunan karena pelumasan atau usia pakai. Solusinya harus turun mesin (belah mesin) untuk mengganti setang seher (connecting rod) dengan yang baru dan original Suzuki. Pastikan juga ganti bearing kruk as sekalian agar getaran mesin hilang. Jangan dipaksa jalan jika sudah bunyi kasar karena bisa merembet merusak blok silinder.
Masalah Kelistrikan Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Cek bagian kiprok (rectifier) dan spul. Seringkali soket kiprok meleleh atau berjamur sehingga arus tidak maksimal. Bersihkan soket dengan contact cleaner. Jika kiprok sudah lemah, ganti dengan yang original. Pastikan juga kabel massa dari aki ke rangka tidak berkarat agar aliran listrik stabil.
Masalah Mesin Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Karburator Thunder 125 tipe vakum memang sensitif dengan kotoran. Lepas karburator, buka skep vakum, dan cek apakah membran karet sudah getas atau robek. Jika robek, wajib ganti baru. Bersihkan semua lubang jetting menggunakan carbu cleaner sampai lancar, lalu setting ulang campuran udara dan bahan bakar.
Masalah Transmisi Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Cek kampas kopling, biasanya sudah tipis atau hangus. Ganti satu set kampas kopling dengan yang original. Sambil membongkar bak kopling, cek juga kondisi per kopling, jika sudah lemah bisa ganti dengan per yang sedikit lebih keras atau pakai per kopling aftermarket yang berkualitas agar perpindahan gigi lebih responsif.
Masalah Pengereman Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Ini biasanya terjadi karena debu menumpuk di piston kaliper atau seal piston sudah mengeras. Bongkar kaliper, bersihkan piston dari kerak, lalu ganti seal rem dan minyak rem dengan yang baru (DOT 3 atau 4). Pastikan proses bleeding (buang angin) dilakukan dengan benar agar tuas rem tidak terasa dalam atau 'ngempos'.
Masalah Mesin Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Thunder 125 adalah pendingin udara, jadi pastikan sirip-sirip di blok silinder bersih dari kotoran atau lumpur. Gunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai (biasanya 10W-40) dan jangan sampai telat ganti oli karena kapasitas oli yang kecil. Jika mesin sudah sangat panas, biarkan dingin terlebih dahulu sebelum digunakan kembali.
Masalah Kelistrikan Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Biasanya carbon brush (arang) dinamo starter sudah tipis atau kotor. Bongkar dinamo starter, bersihkan bagian commutator, dan ganti arang dinamo. Pastikan juga relay starter (bendik) masih berfungsi baik. Kalau bendik bunyi tek-tek tapi mesin tidak mau memutar, coba jamper langsung bendiknya; jika motor menyala, berarti bendik harus diganti.
Masalah Suspensi Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Ganti seal shock depan dan oli shock dengan volume yang pas sesuai buku manual (biasanya 150-160ml per tabung). Jika as shock sudah baret, harus di-rechrome atau diganti baru agar seal tidak cepat bocor lagi. Untuk bagian belakang, jika sudah mati, disarankan ganti satu set karena shock belakang Thunder 125 model tabung tidak bisa diservis.
Masalah Mesin Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Ini karena packing mesin sudah getas karena panas. Bongkar bagian yang rembes (seperti packing head atau packing bak kopling), bersihkan sisa lem atau kertas packing lama, lalu pasang packing baru original atau kertas packing berkualitas. Gunakan sedikit gasket sealant (threebond) jika diperlukan, tapi jangan berlebihan agar tidak masuk ke saluran oli.
Masalah Transmisi Thunder 125 EN Electric Starter
Solusi: Penyebab utamanya biasanya kampas kopling yang sudah aus atau setelan kabel kopling terlalu longgar. Atur setelan kopling di bagian tuas stang atau di bak kopling. Jika masih keras, cek kondisi stut kopling atau ganti oli transmisi dengan oli yang memiliki standar JASO MA agar perpindahan gigi lebih halus.
