Vespa

Vespa LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

LX 125 i-Get Facelift / LX Indonesia Assembly (Cikarang)


Trim:
Standard
Bodi:
Scooter
Assembly:
CKD

Spare Parts (Suku Cadang):

Selalu gunakan spare part Vespa yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Vespa LX & S Series (125cc / 150cc) varian LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU) tahun 2017 - 2026.

Pilih Suku Cadang

Loading...

Loading...

Ad Loading...

Masalah

Masalah yang sering terjadi pada LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU):

Masalah Transmisi LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Ini penyakit umum Vespa matic. Solusinya adalah melakukan pembersihan rutin area CVT setiap 5.000-8.000 km. Jika gredek masih parah, lakukan penggantian kampas ganda dengan tipe aftermarket (seperti Dr. Pulley atau model pantek) dan pastikan mangkok ganda (clutch housing) tidak gosong/biru. Lakukan juga penggantian per torsi dengan ukuran sedikit lebih keras untuk meningkatkan responsivitas.

+ +

Masalah Mesin LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Biasanya disebabkan oleh sensor TPS (Throttle Position Sensor) yang kotor atau idle air control valve (ISC) yang tersumbat karbon. Solusinya adalah membersihkan throttle body (TB) menggunakan cairan cleaner khusus dan melakukan reset ECU atau 'learning' sensor via alat diagnostik (Vespa Navigator/Pads). Jika masih terjadi, periksa tegangan aki karena sistem i-Get sangat sensitif terhadap drop voltase.

+ +

Masalah Kelistrikan LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Vespa LX 125 i-Get memiliki sistem pengisian yang cukup 'malas' jika motor jarang dipakai. Solusinya, pastikan selalu menggunakan aki dengan spesifikasi ampere yang sesuai (minimal 6Ah). Jika motor jarang dipakai, gunakan trickle charger atau minimal panaskan motor 10 menit setiap 3 hari. Periksa juga kabel massa (grounding) dari mesin ke rangka, seringkali berkarat atau kendor sehingga pengisian tidak maksimal.

+ +

Masalah Suspensi LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Suspensi standar bawaan LX 125 memang dikenal cukup keras. Solusi yang paling efektif adalah melakukan penggantian shockbreaker aftermarket (seperti Bitubo, Zelioni, atau KYB) yang memiliki fitur pengaturan rebound/preload. Jika ingin budget minim, bisa mencoba mengganti oli shock depan dengan tingkat kekentalan yang berbeda atau mengganti per (spring) dengan tipe progressive.

+ +

Masalah Pengereman LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Bunyi decit biasanya karena tumpukan debu kampas rem pada piringan (disc). Bersihkan cakram dengan brake cleaner secara rutin. Jika suara tetap ada, ganti kampas rem dengan material ceramic atau sintered yang memiliki performa lebih baik dan tidak mudah berdecit. Pastikan juga piston kaliper dibersihkan dari debu agar pergerakannya tidak seret.

+ +

Masalah Kelistrikan LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Pada model sebelum upgrade ke LED, lampu halogen standar memang kurang terang. Solusinya adalah melakukan upgrade ke bohlam LED tipe HS1 yang lebih terang namun tetap hemat daya. Pastikan pemasangan LED berkualitas yang memiliki driver agar tidak merusak kiprok. Jika berkedip, segera cek tegangan output dari kiprok karena menandakan sistem pengisian mulai tidak stabil.

+ +

Masalah Mesin LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Motor terasa 'ndut-ndutan' atau brebet di kecepatan menengah

+ +

Masalah Transmisi LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Suara ngorok biasanya bersumber dari bearing (laher) pada transmisi atau bearing di bak CVT yang sudah aus. Lakukan pengecekan pada bearing as roda dan bearing pada cover CVT. Solusi terbaik adalah mengganti bearing yang sudah aus dengan produk berkualitas tinggi (seperti SKF atau FAG) agar putaran kembali senyap dan halus.

+ +

Masalah Body/Fisik LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Warna doff (matte) memerlukan perawatan khusus. Jangan pernah memoles warna doff dengan wax atau compound biasa karena akan membuatnya mengkilap secara permanen. Gunakan spray khusus untuk cat doff (matte detailer) setiap selesai dicuci. Untuk bodi yang sudah kusam, gunakan produk restorasi plastik trim atau ceramic coating khusus matte untuk menjaga warnanya tetap tajam.

+ +

Masalah Sistem Bahan Bakar LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: Ini sering terjadi karena karet seal tutup tangki yang sudah getas dimakan usia. Solusinya, segera ganti karet seal tutup tangki bensin agar air hujan tidak masuk ke dalam tangki. Jika sudah terlanjur berkarat, kuras tangki bensin secara menyeluruh dan gunakan cairan pembersih tangki. Selalu gunakan bahan bakar dengan oktan yang sesuai (RON 92 ke atas) untuk menjaga kebersihan sistem injeksi.

+ +

Masalah Transmisi LX 125 i-Get (CKD Indonesia / CBU)

Solusi: V-belt pada mesin i-Get memiliki usia pakai sekitar 15.000-20.000 km. Namun, penggunaan dalam kota yang stop-and-go dapat memperpendek umur belt. Solusinya, lakukan pengecekan visual setiap 10.000 km. Jika terlihat ada retakan kecil pada bagian bergerigi, segera ganti dengan V-belt original Piaggio untuk menghindari belt putus di jalan yang bisa merusak komponen CVT lainnya.

+ +

Catatan: Data mungkin kurang akurat, selalu konsultasikan dengan tenaga ahli atau layanan servis resmi. Harga tidak mengikat (online/offline) dan sewaktu-waktu dapat berubah.
Data ID #347

Ad Loading...

Motor Vespa Lainnya