Vario 150 Keyless / Keyless Key
Selalu gunakan spare part Honda yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Honda Vario varian Vario 150 eSP (K59) tahun 2015 - 2022.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Vario 150 eSP (K59):
Masalah Transmisi Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Ini penyakit umum Vario 150 karena debu di mangkok kopling. Solusinya, bersihkan area CVT secara rutin setiap 5.000-8.000 km. Jika gredek parah, lakukan upgrade part seperti kampas ganda aftermarket yang lebih panjang atau 'custom' pantek, serta gunakan mangkok kopling custom (bolong-bolong atau anti-gredek) untuk membuang debu lebih maksimal.
Masalah Mesin Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Biasanya disebabkan oleh sensor CKP (Crankshaft Position) yang kotor atau soket yang longgar/terbakar. Cek jalur kabel di dekat mesin, bersihkan soket dengan cairan contact cleaner. Jika sensor benar-benar rusak, mau tidak mau harus ganti satu set sensor CKP atau melakukan scan ulang menggunakan alat diagnostik untuk melihat kode error yang muncul di ECU.
Masalah Sistem Pendingin Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Periksa seal mechanical pada water pump yang sering bocor karena usia pakai. Jika air radiator masuk ke mesin (oli berubah warna jadi seperti kopi susu), segera kuras oli, ganti seal water pump, dan cek kondisi paking head. Pastikan selalu menggunakan air radiator (coolant) yang berkualitas agar tidak terjadi korosi di jalur pendingin.
Masalah Kelistrikan Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Vario 150 punya sistem kelistrikan yang lumayan 'rakus'. Cek kiprok (regulator) apakah masih mengisi dengan normal menggunakan multitester. Jika kiprok normal tapi aki tetap tekor, cek apakah ada kebocoran arus (bocor massa) akibat pemasangan aksesoris tambahan yang tidak rapi. Pastikan menggunakan aki tipe GTZ6V atau yang setara dengan spesifikasi bawaan pabrik.
Masalah Pengereman Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Biasanya karena kotoran menumpuk di piston kaliper sehingga piston tidak mau balik sempurna. Bongkar kaliper, bersihkan piston dengan air sabun atau cairan brake cleaner, lalu beri pelumas khusus piston (rubber grease). Jika kampas rem sudah tipis atau keras (mengkilap), segera ganti dengan yang baru agar pengereman kembali pakem dan tidak berbunyi.
Masalah Suspensi Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Shock bawaan Vario 150 memang cenderung agak keras. Jika sudah mati atau bocor, jangan dipaksa karena akan merusak bearing roda dan ban. Solusi terbaik adalah mengganti dengan shockbreaker aftermarket (seperti YSS, KYB, atau RCB) yang memiliki setelan preload atau rebound agar bisa disesuaikan dengan beban pengendara.
Masalah Mesin Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Penyebab utama biasanya adalah tensioner keteng yang sudah lemah atau rantai keteng (kamprat) yang mulai kendur. Segera ganti tensioner dengan yang baru (disarankan menggunakan tipe manual jika ingin awet permanen). Jika rantai sudah sangat panjang, sebaiknya ganti satu set (rantai keteng + tensioner + guide) agar suara mesin kembali halus.
Masalah Transmisi Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Suara ini biasanya indikasi bearing girboks mulai aus. Lakukan pengecekan dengan memutar roda saat mesin mati, jika terdengar suara kasar, berarti bearing sudah oblak. Solusinya ganti semua bearing girboks dengan yang baru (biasanya ada 4-5 bearing di dalam blok girboks). Jangan lupa gunakan oli gardan dengan spesifikasi yang tepat dan ganti secara rutin sesuai jadwal.
Masalah Kelistrikan Vario 150 eSP (K59)
Solusi: LED bawaan Vario 150 punya batasan umur. Jika meredup, biasanya tegangan yang diterima tidak stabil. Cek soket lampu apakah meleleh atau longgar. Jika mika lampu masih bagus namun LED mati/redup, opsinya adalah mengganti modul lampu (proyektor) atau memperbaiki rangkaian LED di tukang spesialis lampu motor karena modul ini tidak dijual eceran oleh AHM.
Masalah Mesin Vario 150 eSP (K59)
Solusi: Biasanya disebabkan oleh suplai bahan bakar yang tidak lancar. Cek tekanan fuel pump (pompa bensin) menggunakan pressure gauge, idealnya di angka 40-42 psi. Jika di bawah itu, bersihkan filter fuel pump. Selain itu, cek kondisi busi dan bersihkan throttle body (TB) dari tumpukan karbon sisa pembakaran yang menghambat aliran udara ke mesin.
