Verza Injeksi Gen 1 Twin Shock
Selalu gunakan spare part Honda yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Honda Verza & CB150 Verza varian Verza 150 (Spoke & CW) tahun 2013 - 2018.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Verza 150 (Spoke & CW):
Masalah Mesin Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Ini biasanya disebabkan oleh fuel pump yang lemah atau filter fuel pump kotor. Langkah perbaikannya: bersihkan filter fuel pump dengan cairan pembersih, jika tekanan fuel pump di bawah 40 psi, segera ganti rotak atau unit fuel pump. Pastikan juga jalur selang bensin tidak terjepit rangka motor.
Masalah Mesin Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Masalah klasik Verza adalah setelan klep yang longgar atau pelatuk klep (rocker arm) mulai aus. Lakukan penyetelan ulang celah klep sesuai spesifikasi pabrikan (In: 0.10mm, Ex: 0.12mm). Jika suara masih kasar, periksa noken as dan pelatuk klep, ganti jika sudah terlihat baret atau aus.
Masalah Transmisi Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Penyebab utamanya adalah kampas kopling yang mulai tipis atau oli mesin yang sudah terlalu encer/kotor. Segera ganti kampas kopling satu set dengan yang orisinal, dan pastikan menggunakan oli dengan spesifikasi JASO MA. Cek juga setelan kabel kopling agar tidak terlalu kendur.
Masalah Kelistrikan Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Masalah ini terjadi karena kiprok (regulator) mulai lemah atau sepul pengisian hangus. Langkah pengecekan: ukur tegangan pengisian ke aki menggunakan multitester saat mesin hidup (minimal 13.5V - 14.5V). Jika di bawah itu, ganti kiprok. Jika tetap tidak mengisi, periksa lilitan sepul, jika terbakar harus dilakukan gulung ulang atau ganti sepul baru.
Masalah Pengereman Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Biasanya ada angin palsu di dalam sistem hidrolik atau seal master rem sudah aus. Lakukan 'bleeding' atau buang angin palsu melalui baut nepel di kaliper bawah. Jika rem masih dalam, bongkar master rem atas dan ganti karet seal master rem dengan yang baru, lalu isi ulang minyak rem dan lakukan bleeding kembali.
Masalah Suspensi Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Penyebabnya adalah seal shock yang sudah getas atau volume oli shock yang berkurang. Lepas as shock depan, bersihkan sisa oli kotor, dan ganti seal shock dengan yang baru. Isi kembali oli shock dengan takaran yang tepat sesuai buku manual agar redaman kembali empuk dan tidak mental-mentul.
Masalah Kelistrikan Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Lampu Verza masih menggunakan sistem AC (mengikuti putaran mesin) pada beberapa tahun awal. Solusinya, ganti bohlam dengan watt standar. Jika ingin lebih awet, banyak pemilik melakukan ubah kelistrikan ke DC (Fullwave) agar lampu tetap terang meski putaran mesin rendah dan tegangan lebih stabil.
Masalah Mesin Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Biasanya sensor Idle Air Control Valve (IACV) kotor atau intake manifold bocor. Bersihkan lubang throttle body dan sensor IACV menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner/throttle body cleaner). Pastikan juga paking manifold tidak robek agar tidak ada kebocoran udara palsu yang membuat stasioner tidak rata.
Masalah Transmisi Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Tensioner rantai keteng (lifter assy tensioner) pada Verza sering lemah per-nya sehingga rantai jadi kendur. Solusinya, lepas tensioner dan bersihkan, jika per sudah lemah, disarankan ganti dengan tensioner baru yang orisinal. Hindari cara 'mengganjal' per tensioner karena bisa membuat rantai keteng terlalu tegang dan cepat putus.
Masalah Sistem Pendingin Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Verza menggunakan sistem pendingin udara (air-cooled), jadi sirip-sirip di blok mesin harus bersih dari debu dan oli. Pastikan juga penggunaan oli mesin sesuai spesifikasi (SAE 10W-30) untuk menjaga suhu kerja mesin. Jangan terlalu sering memaksakan mesin di RPM tinggi dalam kondisi macet total.
Masalah Suspensi Verza 150 (Spoke & CW)
Solusi: Beban kerja roda belakang yang berat sering membuat bearing pecah. Gunakan bearing roda dengan spesifikasi bearing high-speed (bukan tipe biasa). Saat penggantian, pastikan bos-bosan roda (spacer) masih dalam kondisi bagus dan tidak aus, karena jika bos-bosan sudah tipis, bearing baru akan cepat rusak kembali.
