Aerox Standard / R-Version / S-Version
Selalu gunakan spare part Yamaha yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Yamaha AEROX 155 varian Aerox 155 VVA (Gen 1) tahun 2016 - 2020.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Aerox 155 VVA (Gen 1):
Masalah Transmisi Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Ini penyakit umum motor matic. Solusinya adalah melakukan pembersihan rutin pada area rumah kampas ganda dari debu. Jika masih gredek, lakukan 'coak' pada kampas ganda agar debu tidak menumpuk, atau ganti per sentri (per kecil) dengan ukuran yang sedikit lebih keras (1000-1500 rpm) untuk mengoptimalkan gigitan kampas ke mangkoknya.
Masalah Mesin Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Seringkali disebabkan oleh sensor TPS (Throttle Position Sensor) yang sudah lemah atau kotor. Solusinya, coba bersihkan sensor TPS menggunakan pembersih kontak. Jika masih bermasalah, segera ganti dengan TPS racing yang lebih stabil atau TPS original baru agar pembacaan bukaan gas kembali presisi.
Masalah Kelistrikan Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Cek sistem pengisian (kiprok/rectifier) dan beban kelistrikan tambahan. Jika motor sering digunakan jarak dekat, aki tidak sempat terisi penuh. Solusinya, ganti aki ke ampere yang lebih besar sedikit jika pakai aksesoris, atau cek apakah ada kebocoran arus (bocor massa) di kabel body yang terkelupas.
Masalah Sistem Pendingin Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Pastikan cairan radiator (coolant) selalu terisi dan tidak ada kebocoran di selang-selang. Lakukan 'flushing' (kuras) air radiator setiap 10.000-12.000 km. Pastikan juga kipas radiator berfungsi normal dan tutup radiator masih dalam kondisi baik (karet tidak getas) agar sirkulasi tetap maksimal.
Masalah Suspensi Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Shock bawaan Aerox 155 Gen 1 memang terkenal cukup keras. Solusi yang paling efektif adalah mengganti shockbreaker aftermarket yang memiliki fitur 'preload' atau 'rebound' yang bisa disetel sesuai berat badan pengendara. Jika ingin tetap standar, hindari melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi saat berboncengan.
Masalah Mesin Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Cek setelan celah klep secara berkala (tiap 6.000 km). Suara kasar juga bisa berasal dari rantai keteng (tensioner) yang sudah lemah. Segera ganti tensioner rantai keteng dengan versi yang lebih awet atau gunakan manual tensioner jika ingin suara benar-benar senyap dan anti kendor.
Masalah Pengereman Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Rem belakang Aerox masih menggunakan teromol yang sering kemasukan debu jalanan. Langkahnya: buka tromol, bersihkan kampas rem dan area tromol dengan amplas kasar. Pastikan kabel rem tidak macet karena karat. Jika masih blong, ganti kampas rem dengan bahan original yang lebih pakem.
Masalah Transmisi Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Periksa kondisi roller dan v-belt. Roller yang sudah 'peyang' (kotak) akan membuat perpindahan gigi otomatis tidak lancar. Solusinya, ganti roller dengan berat yang sesuai (bisa dikombinasi/silang beratnya untuk akselerasi lebih baik) dan pastikan v-belt tidak retak atau melar.
Masalah Kelistrikan Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Cek soket lampu utama, biasanya sering terjadi korosi atau longgar akibat getaran. Bersihkan soket dengan cairan anti-karat (contact cleaner). Jika lampu masih berkedip, kemungkinan besar driver lampu LED di dalam reflektor sudah mulai lemah, dan solusinya adalah mengganti satu set reflektor.
Masalah Body Aerox 155 VVA (Gen 1)
Solusi: Aerox memiliki banyak sambungan body plastik yang sering renggang. Solusinya adalah memberikan double tape busa atau karet tambahan pada kaitan antar body yang longgar. Pastikan semua baut pengikat kencang dan tidak ada yang hilang agar tidak menimbulkan bunyi decit atau getaran saat mesin berakselerasi.
