Fino Injeksi YMJET-FI
Selalu gunakan spare part Yamaha yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Yamaha Fino varian Fino FI 115 tahun 2014 - 2016.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Fino FI 115:
Masalah Mesin Fino FI 115
Solusi: Penyebab utamanya adalah kerak karbon di area throttle body atau sensor ISC yang kotor. Bersihkan throttle body menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner) dan bersihkan sensor ISC dari endapan oli/debu. Pastikan juga setelan CO diatur kembali menggunakan alat diagnostik FI atau disetel ulang secara manual di bengkel resmi agar campuran bahan bakar kembali ideal.
Masalah Transmisi Fino FI 115
Solusi: Ini penyakit umum skutik Yamaha 115cc. Solusinya adalah melakukan pembersihan rutin pada area CVT dari debu kampas ganda. Jika masih getar, lakukan 'modifikasi' dengan sedikit mengamplas permukaan mangkok ganda agar tidak licin, atau ganti per sentrifugal dengan yang sedikit lebih keras agar gigitan kampas ganda lebih mantap ke mangkok kopling.
Masalah Kelistrikan Fino FI 115
Solusi: Periksa kondisi kiprok (rectifier) apakah masih mengisi dengan normal ke arah aki. Jika pengisian normal namun aki tetap tekor, cek kebocoran arus listrik di kabel body yang mungkin terkelupas. Pastikan juga penggunaan aksesori tambahan seperti lampu LED atau klakson variasi tidak melebihi kapasitas watt standar spul/kiprok bawaan motor.
Masalah Mesin Fino FI 115
Solusi: Cek kondisi filter udara, jika sudah hitam pekat segera ganti, jangan disemprot angin saja. Selain itu, pastikan tekanan pompa bensin (fuel pump) normal di angka sekitar 40-42 psi. Jika tekanan di bawah 30 psi, biasanya filter fuel pump sudah mampet dan harus dibersihkan atau diganti agar pasokan bensin ke injektor lancar kembali.
Masalah Pengereman Fino FI 115
Solusi: Gejala ini biasanya disebabkan oleh piston kaliper yang kotor atau macet akibat debu jalanan. Lepaskan kaliper, bersihkan piston dengan air sabun atau cairan pembersih, lalu beri pelumas khusus (grease rem) pada pin kaliper. Jika kampas rem sudah tipis atau permukaannya mengeras (glassing), segera ganti dengan yang baru untuk mengembalikan performa pengereman.
Masalah Suspensi Fino FI 115
Solusi: Oli shock depan yang sudah encer atau volumenya berkurang sering jadi penyebab. Lakukan penggantian oli shock dengan takaran yang tepat (biasanya sekitar 60-70ml per tabung tergantung kekerasan yang diinginkan). Jika seal shock sudah bocor, ganti seal-nya sekaligus agar oli tidak rembes ke piringan cakram yang bisa membahayakan pengereman.
Masalah Transmisi Fino FI 115
Solusi: Cek kondisi bearing (laher) pada as roda belakang atau bearing di bak CVT. Seringkali suara tersebut berasal dari bearing yang sudah oblak karena minim pelumasan. Jika bearing masih bagus, periksa kondisi belt (V-belt). Jika sudah muncul retak-retak di bagian gerigi, segera ganti sebelum putus di tengah jalan karena akan merusak komponen CVT lainnya.
Masalah Kelistrikan Fino FI 115
Solusi: Cek soket lampu di balik batok kepala, biasanya soket meleleh karena panas berlebih akibat kualitas material yang kurang tahan atau penggunaan bohlam watt tinggi. Bersihkan soket dan pastikan jepitannya kencang. Jika soket sudah rusak parah, ganti dengan soket keramik yang lebih tahan panas agar aliran listrik stabil dan tidak menyebabkan korsleting.
Masalah Mesin Fino FI 115
Solusi: Biasanya berasal dari setelan klep yang terlalu renggang atau tensioner keteng yang sudah lemah. Cek celah klep sesuai standar buku manual (In: 0.10mm, Ex: 0.20mm). Jika klep sudah pas namun suara masih muncul, kemungkinan besar tensioner rantai keteng sudah tidak mampu menahan tekanan, ganti dengan yang baru agar rantai tidak berisik dan mencegah rantai keteng loncat.
Masalah Mesin Fino FI 115
Solusi: Periksa kondisi busi, jika elektroda sudah aus atau berwarna hitam pekat, segera ganti dengan busi baru sesuai spesifikasi. Jika busi normal, cek sensor suhu mesin (Engine Temperature Sensor). Sensor yang error sering mengirim data yang salah ke ECU sehingga campuran bensin saat mesin dingin jadi tidak pas. Pembersihan ruang bakar menggunakan cairan additive juga disarankan untuk membuang sisa karbon.
