Scorpio Tanki Kotak CBU Japstyle Base
Selalu gunakan spare part Yamaha yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Yamaha Scorpio varian Scorpio 225 (G / Steko) tahun 2002 - 2004.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada Scorpio 225 (G / Steko):
Masalah Mesin Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Ini biasanya karena koil pengapian mulai lemah atau spul sudah soak. Langkah awal, cek tahanan spul menggunakan multitester. Jika nilai di luar spesifikasi, lakukan gulung ulang atau ganti spul baru. Untuk koil, coba ganti dengan koil yang punya resistansi lebih stabil atau pakai koil racing agar percikan api di busi lebih fokus meskipun suhu mesin tinggi.
Masalah Mesin Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Penyebab utamanya adalah setelan klep yang longgar atau noken as (camshaft) yang mulai aus. Pastikan setelan klep disetel ulang sesuai standar pabrikan (in: 0.08-0.10mm, ex: 0.10-0.12mm). Jika masih kasar, cek kondisi noken as dan pelatuk klep (rocker arm), segera ganti jika ditemukan baret atau keausan parah agar tidak merembet ke bagian lain.
Masalah Mesin Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Penyakit khas Scorpio gen awal adalah paking (gasket) yang sudah getas. Langkahnya, bongkar blok silinder, bersihkan sisa paking lama dengan cairan pembersih gasket sampai bersih total. Pasang paking baru berkualitas (lebih baik pakai original Yamaha) dan tambahkan sedikit sealent tipis pada bagian tertentu jika permukaan sudah agak tidak rata, lalu kencangkan baut blok dengan kunci torsi sesuai standar.
Masalah Transmisi Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Biasanya disebabkan oleh per tuas pemindah gigi yang lemah atau baut pengikat linkage yang kendor. Cek per pengembali tuas transmisi di balik bak kopling. Jika sudah lembek, segera ganti. Bersihkan juga bagian linkage transmisi dari kotoran dan beri pelumas (grease) agar pergerakan tuas kembali lancar dan presisi.
Masalah Kelistrikan Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Masalah ada pada kiprok (regulator) yang sudah tidak stabil mengisi daya. Lakukan pengecekan tegangan pengisian menggunakan voltmeter saat mesin hidup (harus di angka 13.5V - 14.5V). Jika tegangan tidak naik saat digas, segera ganti kiprok. Pastikan juga jalur kabel tidak ada yang konslet atau terkelupas yang bisa menyebabkan kebocoran arus listrik.
Masalah Pengereman Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Penyebabnya adalah master rem atas yang seal-nya sudah aus atau masuk angin. Lakukan proses bleeding (buang angin) pada sistem hidrolik dengan membuka baut nepel di kaliper sambil menekan tuas rem berulang kali. Jika tetap blong, ganti seal master rem atau ganti satu set master rem untuk memastikan tekanan minyak rem kembali maksimal.
Masalah Suspensi Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Shockbreaker bawaan Scorpio 225 dikenal cukup keras. Solusinya, jika ingin lebih nyaman, bisa melakukan penggantian oli shockbreaker dengan viskositas yang lebih encer atau mengganti per shock dengan yang memiliki tingkat kekerasan lebih progresif. Jika sudah terlalu rusak, disarankan mengganti dengan aftermarket yang memiliki setelan preload dan rebound agar bisa disesuaikan dengan beban pengendara.
Masalah Sistem Pendingin Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Mengingat Scorpio adalah mesin pendingin udara (air-cooled), pastikan sirip-sirip blok silinder bersih dari kotoran atau lumpur yang menghambat aliran angin. Selain itu, periksa kondisi oli mesin, jangan telat ganti oli karena oli yang encer akibat panas berlebih akan mempercepat suhu mesin naik. Jika sering overheat, pertimbangkan penggunaan oli dengan viskositas yang sedikit lebih kental namun tahan panas tinggi.
Masalah Mesin Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Jarum pelampung karburator sering kotor atau dudukannya sudah aus. Bongkar karburator, bersihkan semua pilot jet dan main jet menggunakan karbu cleaner. Periksa jarum pelampung, jika ujungnya sudah tidak lancip atau ada bekas coakan, segera ganti. Pastikan settingan angin di posisi ideal agar idle mesin tetap langsam.
Masalah Kelistrikan Scorpio 225 (G / Steko)
Solusi: Ini akibat sistem kelistrikan masih AC atau beban lampu terlalu besar dibanding output spul. Solusinya, konversi kelistrikan ke DC agar arus stabil dari aki. Ganti lampu utama dengan jenis LED yang jauh lebih hemat daya dan terang, lalu pasang jalur kabel baru dari kunci kontak langsung ke lampu melalui relay agar arus listrik lebih stabil dan tidak membebani spul.
