WR 155R Dual Purpose / Monster Energy Edition
Selalu gunakan spare part Yamaha yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Yamaha XSR 155 & WR 155R varian WR 155R tahun 2019 - 2026.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada WR 155R:
Masalah Mesin WR 155R
Solusi: Biasanya disebabkan oleh tumpukan karbon pada throttle body atau settingan CO yang terlalu kering. Langkah pertama, bersihkan throttle body menggunakan cairan pembersih khusus (throttle body cleaner) tanpa merusak sensor ISC. Jika masih brebet, bawa ke bengkel resmi untuk melakukan setting CO melalui diag tools. Pastikan juga filter udara tidak mampet dan busi dalam kondisi optimal dengan celah elektroda yang sesuai spesifikasi.
Masalah Transmisi WR 155R
Solusi: Masalah ini sering terjadi karena penggunaan oli yang tidak sesuai viskositas atau kopling yang terlalu dalam (kurang main). Pastikan menggunakan oli dengan spek JASO MA2 dan viskositas yang disarankan Yamaha (10W-40). Selain itu, atur ulang setelan kabel kopling pada handle agar ada jarak main (free play) sekitar 10-15mm. Jika masih keras, cek kondisi plat gesek kopling, karena penggunaan off-road berat seringkali membuat kopling cepat aus.
Masalah Kelistrikan WR 155R
Solusi: Aki sering tekor atau drop padahal motor sering dipakai.
Masalah Suspensi WR 155R
Solusi: Penyebab utama adalah debu atau lumpur yang menempel pada as shock dan tergerus masuk ke dalam seal. Solusinya, segera ganti seal dengan yang original dan pasang pelindung shock (shock cover/deker) untuk meminimalisir kotoran. Saat mengganti seal, pastikan as shock tidak baret; jika ada baret, harus diamplas halus atau di-hardchrome ulang agar seal tidak cepat rusak kembali.
Masalah Sistem Pendingin WR 155R
Solusi: Cek ketinggian air radiator pada tabung reservoir dan radiator utama dalam kondisi dingin. Jika berkurang, isi dengan coolant berkualitas. Periksa juga kipas radiator apakah berputar saat mesin panas; jika tidak, cek sekring kipas atau sensor suhu (thermoswitch). Bersihkan kisi-kisi radiator dari lumpur atau kerikil yang menempel karena ini menghambat aliran udara pendinginan.
Masalah Pengereman WR 155R
Solusi: Untuk rem yang terasa dalam, biasanya ada angin palsu di sistem hidrolik. Lakukan bleeding (kuras minyak rem) hingga gelembung udara hilang. Jika kampas rem cepat habis, ini wajar untuk motor dual-purpose jika sering dipakai di medan tanah/lumpur. Gunakan kampas rem original karena materialnya lebih ramah terhadap cakram dibandingkan kampas aftermarket murah yang terlalu keras dan bisa menggerus piringan.
Masalah Mesin WR 155R
Solusi: Biasanya disebabkan oleh tensioner keteng (cam chain tensioner) yang lemah atau aus. Cek ketegangan rantai keteng. Jika tensioner sudah tidak mampu menekan dengan baik, segera ganti dengan unit baru. Mengganti dengan tensioner manual memang bisa jadi solusi alternatif, tapi harus dilakukan oleh orang yang paham agar tekanan rantai keteng tidak terlalu keras yang bisa merusak noken as atau guide rantai.
Masalah Kelistrikan WR 155R
Solusi: Periksa soket lampu utama yang kemungkinan longgar atau terbakar karena panas. Bersihkan terminal soket menggunakan contact cleaner. Jika masih redup, cek kondisi sepul pengisian apakah ada bagian yang gosong. Untuk motor tahun 2019 ke atas, pastikan tidak memasang aksesoris lampu tambahan (seperti foglamp) yang melebihi beban output spul karena bisa membuat sistem kelistrikan overload.
Masalah Suspensi WR 155R
Solusi: WR 155R memiliki shock belakang dengan link yang bisa diatur preload-nya. Jika terlalu keras untuk beban ringan, turunkan setelan preload. Jika terasa limbung atau terlalu ayun (bottoming), kencangkan preload. Jika dirasa kurang memadai untuk kebutuhan off-road kompetisi, pertimbangkan untuk mengganti per (spring) dengan tingkat kekerasan yang sesuai berat badan pengendara atau melakukan re-valve di spesialis shock.
Masalah Bodi & Rangka WR 155R
Solusi: Ini umum pada motor trail karena getaran mesin dan medan jalan. Gunakan thread locker (seperti Loctite) pada baut-baut utama rangka dan bodi saat dipasang. Lakukan pengecekan rutin setiap 2.000-3.000 km dengan mengencangkan kembali baut-baut yang terlihat longgar. Pastikan juga karet-karet dudukan bodi (grommet) masih terpasang lengkap agar getaran tidak langsung merambat ke plastik bodi.
