R15 Gen 2 Fairing Dua Lampu
Selalu gunakan spare part Yamaha yang asli dan resmi. Berikut list sparepart/suku candang resmi untuk Yamaha YZF-R15 varian YZF-R15 V2 tahun 2014 - 2017.
Pilih Suku Cadang

Masalah yang sering terjadi pada YZF-R15 V2:
Masalah Mesin YZF-R15 V2
Solusi: Biasanya ini masalah klasik sensor ISC (Idle Speed Control) yang kotor karena kerak karbon atau setelan CO yang tidak pas. Langkah pertamanya, coba bersihkan throttle body dan lubang sensor ISC menggunakan cairan pembersih khusus (carb cleaner). Jika masih tidak stabil, bawa ke bengkel resmi untuk melakukan reset ECU dan penyesuaian setelan CO agar pas dengan kondisi mesin terkini.
Masalah Transmisi YZF-R15 V2
Solusi: Masalah ini sering disebabkan oleh setelan kabel kopling yang terlalu kendur atau oli mesin yang sudah terlalu encer dan kehilangan viskositasnya. Pastikan jarak main (free play) tuas kopling sudah sesuai, sekitar 10-15mm. Jika masih keras, cek kondisi kampas kopling, mungkin sudah aus atau gosong, dan segera ganti dengan yang baru (disarankan original) beserta per koplingnya.
Masalah Kelistrikan YZF-R15 V2
Solusi: Cek komponen pengisian daya, terutama kiprok (rectifier) dan spul. Pada R15 V2, kiprok sering panas berlebih. Gunakan multimeter untuk cek tegangan saat mesin hidup; idealnya di angka 13.5V - 14.5V. Jika di bawah itu, kemungkinan kiprok lemah. Pastikan juga tidak ada kebocoran arus dari aksesori tambahan seperti lampu variasi atau klakson keong.
Masalah Sistem Pendingin YZF-R15 V2
Solusi: Cek volume air radiator di tabung reservoir, jika kurang segera isi dengan coolant yang sesuai spesifikasi. Jika air penuh tapi tetap panas, ada kemungkinan thermostat macet atau kipas radiator mati. Langkah pengecekan: jumper kabel sensor suhu di radiator untuk melihat apakah kipas berputar. Jika kipas mati, ganti motor kipasnya. Jangan lupa rutin kuras air radiator setiap 10.000-12.000 km.
Masalah Pengereman YZF-R15 V2
Solusi: Biasanya terdapat angin palsu di sistem pengereman atau minyak rem sudah jenuh (terkontaminasi air). Lakukan bleeding ulang untuk membuang angin palsu di dalam selang rem. Jika pedal masih dalam, cek kondisi seal master rem belakang yang mungkin sudah aus. Segera ganti seal kit master rem dan gunakan minyak rem DOT 4 yang baru.
Masalah Suspensi YZF-R15 V2
Solusi: Shock depan R15 V2 memang terkenal karakternya keras. Jika sudah bocor seal-nya, wajib ganti seal shock dan oli shock. Untuk memperbaiki kenyamanan, ganti oli shock dengan takaran yang pas (jangan terlalu banyak) dan gunakan oli shock dengan viskositas yang lebih encer agar redaman lebih empuk. Jika ingin upgrade permanen, bisa ganti per shock racing yang lebih progresif.
Masalah Mesin YZF-R15 V2
Solusi: Ini sering disebabkan oleh tensioner keteng (cam chain tensioner) yang lemah sehingga rantai keteng menjadi kendur dan beradu dengan blok mesin. Solusinya, ganti tensioner dengan versi manual atau versi terbaru yang lebih awet. Jangan memaksakan memakai tensioner bawaan yang sudah lemah karena berisiko rantai keteng loncat dan merusak klep.
Masalah Kelistrikan YZF-R15 V2
Solusi: Periksa soket lampu utama, biasanya soket sering meleleh karena panas berlebih akibat kualitas material yang kurang tahan terhadap suhu tinggi atau beban arus yang besar. Ganti soket lampu dengan model keramik yang lebih tahan panas. Pastikan juga tegangan dari kiprok stabil, karena jika kiprok rusak, suplai tegangan ke lampu bisa melonjak melewati 15V yang membuat bohlam cepat putus.
Masalah Mesin YZF-R15 V2
Solusi: R15 V2 memiliki rasio gear yang cukup berat. Untuk mengatasinya agar lebih responsif di kemacetan, banyak pemilik mengganti gir belakang dengan ukuran 1-2 mata lebih besar dari standar. Selain itu, pastikan filter udara bersih atau ganti baru jika sudah hitam, karena suplai udara yang tersumbat sangat memengaruhi performa akselerasi motor injeksi.
Masalah Transmisi YZF-R15 V2
Solusi: Masalah umum karena seal karet yang sudah mengeras seiring umur pemakaian. Langkah perbaikannya cukup simpel: lepas tuas persneling, cungkil seal karet lama dengan obeng min (hati-hati jangan sampai merusak dudukan crankcase), lalu pasang seal baru dengan ukuran yang sama. Pastikan saat memasukkan seal baru posisinya rata agar tidak bocor kembali.
